Senin, 27 Februari 2012

Geografi

GAS-GAS YANG TERKANDUNG PADA ATMOSFER
Oleh zahrosofie
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer terdiri dari berbagai macam gas. Gas-gas yang terkandung pada atmosfer berpengaruh terhadap kehidupan di bumi, seperti berikut:
1.       Nitrogen (N2)
Nitrogen dalam atmosfer sukar bersenyawa dengan unsure lain. Dalam jumlah kecil nitrogen bermanfaat bagi tumbuh-tumbuhan Rhizobium sp yang hidup dalam akar tumbuhan kacang-kacangan dapat mengikat nitrogen  untuk diubah menjadi ammonia (NH2)
2.       Oksigen (O2)
Oksigen sifatnya aktif bersenyawa dengan unsure lain dalam proses oksida. Manfaat oksigen pada makhluk hidup yaitu untuk mengubah makanan menjadi energy.
3.       Karbondioksida (CO2)
Manfaat karbondioksida adalah:
a.       Mengarpsorsi pancaran panas matahari
b.      Sebagai bahan baku untuk membuat karbohidrat dalam proses fotosintesis

Selain nitrogen, oksigen dan karbondioksida, masih terdapat zat lain dalam jumlah kecil, misalnya amoniak, belerang  dioksida dan uap air.
Makin tinggi atmosfer, prosentase zat yang ringan makin besar, seperti uap air (H2O), sedangkan zat yang berat seperti Nitrogen (N2), Oksigen (O2) dan Argon (Ar) makin berkurang.
Untuk mengetahui komposisi gas yang terkandung dalam atmosfer secara terperinci bisa dilihat pada table berikut:
Nama gas
Symbol kimia
Volume (%)
Nitrogen
N2
78,08
Oksigen
O2
20,95
Argon
Ar
0,93
Karbondioksida
CO2
0,034
Neon
Ne
0,0018
Helium
He
0,052
Ozon
O3
0,0006
Hydrogen
H2
0,00005
Krypton
Kr
0,00011
Metana
CH4
0,00015
Xenon
Xe
Sangat kecil
(sumber: Susilo P, 1993)

Berdasarkan table tersebut terlihat bahwa gas nitrogen merupakan gas yang paling banyak terdapat dalam atmosfera bumi. Salah satu sumber gas nitrogen adalah dari pembakaran sisa-sisa pertanian dan akibat letusan gunung api. Gas lain yang juga cukup banyak terkandung dalam atmosfer adalah oksigen, yang dihasilkan terutama melalui proses fotosintesis pada tumbuhan yang berdaun hijau.

Ozon merupakan salah satu gas yang dalam atmosfer jumlahnya sangat sedikit, namun sangat berguna bagi kehidupan di bumi, karena ozonlah yang menyerap sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari, sehingga jumlahnya sudah sangat berkurang ketika sampai dipermukaan bumi. Seandainya radiasi ultraviolet ini tidak terserap oleh ozon, pada saat tiba di bumi sinar ini akan menimbulkan malapetaka bagi kehidupan makhluk yang ada di bumi karena dapat membakar kulit makhluk hidup, memecahkan kulit pembuluh darah, menyebabkan penyakit kanker kulit dan efek-efek lainnya. Sedangkan dalam jumlah yang sedikit, sinar ultraviolet ini sangat membantu tumbuh-tumbuhan dalam proses fotosintesis, dan bagi manusia membentuk vitamin D dalam tubuh. Gas ozon banyak terdapat pada ketinggian sekitar 15-35 Kilometer diatas permukaan bumi, tepatnya pada lapisan stratosfer.

Sumber
1.       Harmanto Gatot (2008): Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X; penerbityramawidya; Bandung.
2.       Ruhimat Mamat dkk (2000); panduan menguasai geografi; Ganeca Exact; Bandung
Maret 18, 2011 oleh zahrosofie
Kelembaban udara adalah kandungan uap air dalam massa udara. Kelembaban udara dibedakan atas:
1.       Kelembaban Spesifik
Adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam 1 kilo gram udara.
Contoh:
Dalam 1 kilogram massa udara terkandung uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban spesifik udara tersebut adalah 12 gram/kg
2.       Kelembaban Absolut/ Densitas uap air dalam udara
Yaitu banyaknya uap air dalam setiap unit volume udara.
Contoh:
Dalam 1 meter kubik udara terdapat uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban absolute udara tersebut ialah 12 gram/m3.
3.       Kelembaban Relatif/ Kelembaban Nisbi
Kelembaban nisbi (RH) mempunyai dua pengertian, yaitu:
a.       Perbandingan jumlah uap air yang ada secara nyata (actual) dengan jumlah uap air maksimum yang mampu dikandung oleh setiap unit volume udara dalam suhu yang sama.
Contoh:
Dalam suhu 200C, kemampuan maksimum udara menampung uap air adalah 25 gr/m3. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung, diketahui kandungan uap air dalam udara adalah 20 gr/m3. Untuk mencari kelembaban nisbinya digunakan rumus:
RH =  e/E x 100%
RH =  20/25 x 100%
RH = 80 %
RH = kelembapan nisbi dalam persen
e    = kandungan uap air hasil pengukuran secara langsung
E    = kemampuan maksimal udara dapat menampung uap air
b.      Banyaknya tekanan uap yang ada secara nyata (actual) dengan tekanan uap maksimum pada suhu yang sama.
Contoh:
Tekanan uap maksimum pada suhu 150 adalah 1.000 mb (E), sedangkan tekanan uap hasil pengukuran (e) adalah 800 mb, maka kelembaban nisbi di daerah itu adalah;
RH = e/E x 100% = 800/1000 x 100% = 80%
Kelembapan relative diukur dengan alat yang disebut Higrometer atau Psychrometer Asmann.
Berdasarkan ketiga macam kelembapan udara tersebut, yang erat kaitannya dengan keadaan cuaca disuatu tempat adalah kelembapan relative. Jika kelembapan relative udara kurang dari 100%, maka massa udara dikatakan belum jenuh, sedangkan apabila kelembapan relative ini telah mencapai 100%  maka massa udaradikatakan jenuh, artinya sudah tidak mampu lagi menampung uap air.
Februari 6, 2011 oleh zahrosofie
Proses Pembentukan Tanah
1. definisi
Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral organic, air, udara dan merupakan media tumbuhnya tanaman
2. Factor Pembentuk Tanah
1. Iklim
Factor iklim yang berupa curah hujan dan temperature merupakan factor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah. Tingkat curah hujan dan suhu yang tinggi di daerah tropis menyebabkan reaksi kimia berjalan dengan cepat sehingga proses pelapukan dan pencucian berjalan cepat.
2. Organisme
Peranan organisme dalam proses pembentukan tanah sangat besar, akumulasi bahan organisme, siklus unsure hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah.
3. Bahan Induk
Jenis batuan di Indonesia, bahan induk pembentuk tanah meliputi; batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf
4. Topografi
Factor topografi yang mempengaruhi proses pembentukan tanah di Indonesia yaitu bentuk lahan dan kemiringan lereng. Factor topografi berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dengan cara berikut:
a. Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap
b. Mempengaruhi dalamnya air tanah
c. Mempengaruhi tinggi rendahnya erosi
d. Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya.
5. Waktu
Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah sehingga akibat pelapukan dan pencucian tanah yang terus menerus maka tanah semakin tua
3. Komponen-komponen Pembentukan Tanah
a. Bahan Mineral
Bahan mineral dalam tanah berasal dari pelapukan batu-batuan. Oleh karena itu, susunan mineral  di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Batuan dapat dibedakan menjadi batuan beku atau batuan vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorf.
Mineral tanah dibedakan menjadi mineral primer, yaitu mineral yang berasal dari batuan yang lapuk, dan mineral sekunder yaitu mineral bentukan baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung.
b. Bahan Organik
Bahan organikk umumnya ditemukan di permukaan tanah. Jumlahnya tidak besar, hanya sekitar 3-5%, tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah besar sekali, yaitu:
  1. Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah
  2. Sumber unsure hara N, P, S dan unsure mikro
  3. Menambah kemampuan tanah untuk menahan air
  4. Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsure-unsur hara
  5. Sumber energy bagi mikroorganisme
c. Air
Air terdapat di dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik, baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Manfaat air untuk pertumbuhan tanaman yaitu:
1. Sebagai unsure hara tanaman
Tanaman memerlukan air dari tanah dan C02 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis
2. Sebagai pelarut unsure hara
Unsure-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman
Sebagai bagian dari sel-sel tanaman, air merupakan bagian dari protoplasma. Persediaan air di dalam tanah tergantung dari;
  1. Banyaknya curah hujan atau air irigasi
  2. Kemampuan tanah menahan air
  3. Besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan vegetasi)
  4. Tingginya muka air tanah
d. Udara
Udara dan air mengisi pori-pori tanah. Banyak pori-pori di dalam tanah berbeda dengan susunan udara di atmosfer. Adapun susunan udara dalam tanah yaitu;
  1. Kandungan uap air lebih tinggi
  2. Kandungan CO2 lebih besar daripada atmosfer
  3. Kandungan O2 lebih kecil daripada atmosfer
4. Warna Tanah
Warna tanah merupakan penunjuk untuk menentukan sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa factor yang terdapat dalam tanah.
Perbedaan warna tanah pada umumnya dipengaruhi oleh kandungan bahan organic. Makin tinggi kandungan bahan organic maka warna tanah makin gelap. Pada lapisan tanah bagian bawah, kandungan bahan organic pada umumnya rendah, sehingga warna tanah dipengaruhi oleh banyaknya senyawa Fe (besi)
5. Profil Tanah
Profil tanah adalah penempang vertical dari tanah yang menunjukkan susunan horizon. Horizon-horizon yang menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah
horizon O, A, B, C, sedangkan horizon yang menyusun solum tanah adalah hanya horizon A dan B
Horizon O
Ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu, merupakan horizon organic yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral
Horizon A
Ditemukan dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan mineral. Merupakan horizon aluviasi, yaitu horizon yang mengalami pencucian
Horizon B
Horizon iluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci diatasnya
Horizon C
Bahan induk sedikit terlapuk
Horizon D
Batuan keras yang belum lapuk
6. pH Tanah
Yang dimaksud pH tanah adalah derajat keasaman tanah
7. Tekstur Tanah
Tanah terdiri dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar (kerikil sampai batu)
Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah, berdasarkan atas perbandingan banyak butir-butir pasir, debu dan liat.
Di lapangan, tekstur tanah dapat ditentukan dengan memijit tanah basah diantara jari-jari., sambil dirasakan halus kasarnya, yaitu dirasakan adanya butir-butir pasir, debu, liat dan sebagainya.
8. Klasifikasi Tanah
Usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki. Sifat tanah berbeda-beda, misalnya ada yang berwarna merah, hitam dan kelabu. Ada yang bertekstur pasir, debu dan liat. Membedakan sifat-sifat tersebut berarti melakukan klasifikasi tanah meskipun dengan cara yang sederhana.
Jenis dan ciri tanah di Indonesia.
a. Tanah organik                                        f. Tanah andosol
b. Tanah aluvial                                          g. Tanah grumusol
c. Tanah litosol                                           h. Tanah garam
d. Tanah regosol                                        i.  Tanah podzol
e. Tanah merah                                           j.  Tanah hidrosol
Daftar Pustaka:
Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.
Februari 6, 2011 oleh zahrosofie
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi
Berdasarkan peta diatas maka gempa bumi tektonik di Indonesia diakibatkan oleh pergeseran tiga lempeng besar yang melewati Indonesia, yaitu lempeng Eroasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo Australia. Indonesia juga dilewati oleh dua deretan pegunungan muda yaitu pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik, sehingga di Indonesia rawan juga terjadi gempa vulkanik.

Berdasarkan peristiwa yang menyebabkannya, gempa bumi digolongkan menjadi tiga jenis:
1. Gempa Tektonik
Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan atau patahan. Jenis ini merupakan yang   terkuat dan meliputi wilayah yang luas
2. Gempa Vulkanik
Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Jenis gempa ini kurang kuat jika dibandingkan dengan jenis gempa tektonik dan hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut
3. Gempa Runtuhan/ Terban
Gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer, seperti gua kapur dan terowongan tambang
Berdasarkan bentuk episentrumnya, ada dua macam gempa:
1. Gempa Linier
Episentrum gempa berbentuk garis/ linier. Gempa-gempa tektonik umumnya termasuk jenis gempa linier, karena patahan berbentuk garis
2. Gempa Sentral
Episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan gempa runtuhan termasuk kelompok ini karena episentrumnya berbentuk titik

Berdasarkan letak/ kedalaman hiposentrumnya, terdapat tiga macam gempa:
1. Gempa dalam
Jika letak hiposentrumnya 300-700 km
2. Gempa intermidiet/ menengah
Jika hiposentrumnya terletak antara100-300 km
3. Gempa dangkal
Jika kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km

Berdasarkan jarak episentrumnya, gempa dibedakan menjadi dua:
1. Gempa dekat/ lokal
Jarak episentrumnya kurang dari 10.000 m
2. Gempa jauh
Jarak episentrumnya lebih dari 10.000 m
Istilah-istilah yang berkaitan dengan gempa:
1. Seismologi
Ilmu tentang gempa
2. Hiposentrum
Pusat gempa di dalam bumi
3. Episentrum
Tempat di permukaan bumi atau permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum/ pusat gempa di permukaan bumi
4. Gelombang gempa
a. Gelombang longitudinal/ primer
Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km/ detik. Gelombang inilah yang pertama kali tercatat pada suatu seismograf, disebut “Gelombang Primer”.
b. Gelombang transversal/ sekunder
Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km/ detik
c.  Gelombang panjang
Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3,5 km/ detik dan merupakan gelombang perusak
5. Seismograf
Alat pencatat gempa
6. Seismogram
Hasil pencatatan gempa oleh seismograf
7. Pleistoseista
Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum
8. Isoseista
Garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama
9. Homoseista
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/ mencatat gelombang primer pada waktu yang sama
10.  Makroseista
Daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa. Makroseista ini dibatasi oleh pleistoseista
Pengaruh positif gempa bagi kehidupan:
  1. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui jenis mineral yang ada di bumi
  2. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui struktur lapisan kulit bumi
  3. Gempa dapat digunakan untuk menentukan jenis konstruksi bangunan
Pengaruh negative gempa bagi kehidupan:
  1. Bangunan yang roboh/ ambruk
  2. Terjadi kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
  3. Terjadi banjir karena bendungan dan tanggul-tanggul yang bobol
  4. Saluran pipa air dan gas yang putus
  5. Terjadi tsunami apabila pusat gempa berada di dasar laut
  6. Sarana dan prasarana transportasi rusak
  7. Distribusi barang dan jasa terhambat
Daftar Pustaka:
Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.
Prager Ellen J., 2006, Bumi murka, Sains dan Sifat Gempa Bumi, Gunung Berapi dan Tsunami, Pakar Raya Pakarnya Pustaka, Bandung.
Januari 8, 2011 oleh zahrosofie
Vulkanisme adalah gerakan magma dari dalam bumi
  1. Intrusi/ plutonisme
Adalah aktifitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi
Gambar bentukan intrusi:
Keterangan:
  1. Batholit, adalah magma yang membeku yang terletak di dapur magma
  2. Lakolit, adalah magma yang membeku, menyusup di lapisan batuan yang menyebabkan lapisan diatasnya terangkat karena pembekuannya berbentuk cembung diatasnya dan rata di alasnya
  3. Sill, adalah magma yang membeku berbentuk tipis/ pipih memanjang
  4. Diatrema, adalah magma yang membeku yang terletak di pipa kepundan/ korok/ gang
  5. Apofisa, adalah magma yang membeku dan merupakan cabang-cabang dari diatrema
2. Ekstrusi
Adalah aktifitas magma yang sampai ke permukaan bumi dan menghasilkan gunung api atau vulkan. Hasil ekstrusi magma disebut erupsi.
a. Erupsi sentral
Gerakan magma yang menghasilkan bentuk gunung api
* Gunung api strato
Gunung api yang terjadi karena erupsi eksplosif (letusan) dan (efusif) leleran secara bergantian. Berbentuk kerucut dengan lereng yang      berlapis-  lapis. Hamper semua gunung api di Indonesia merupakan gunung api strato
* Gunung api perisai/ tameng
Gunung api yang terjadi karena erupsi efusif. Encer dan mengalir ke segala arah serta membentuk lereng yang landai
* Gunung api maar
Gunung api dengan dapur magma yang kecil dan dangkal. Puncak gunung tidak terlalu tinggi, hanya sekali meletus dan ditandai dengan adanya kaldera atau danau kawah.
b. Erupsi linier
Erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang
c. Erupsi areal
Erupsi yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya dekat sekali dengan dapur magma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar